(Nyaris) Sebunyi tapi tak sama

Image

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa maksud foto-foto di atas dijajarkan berdampingan. Sekilas melihat, sepertinya di antara keenam foto itu tidak ada persamaan. Yah, setidaknya begitu bagi kita, tapi tidak bagi ibu saya🙂

Entah karena kebiasaan atau memang sudah dari sananya begitu, ibu saya, atau yang biasa saya panggil Mamah, memang suka terbalik-balik kalau ngomong. Sudah sering sekali kami tidak paham dengan maksud beliau karena terkadang Mamah pengin ngomong A, tapi yang terucap malah B. Penginnya nyuruh belok kanan, tapi bilangnya belok kiri. Bahkan, kalau sampai lama kami tidak kunjung mengerti kata-kata beliau, jadinya suka sama-sama kesal. Mamah karena gemas dengan kami yang nggak mudeng-mudeng, kami yang jengkel karena mesti putar otak mencari tahu kata apa yang sebenarnya dimaksud.

Pernah nih kami sedang kumpul-kumpul dengan kerabat. Ngobrol ngalor ngidul. Kami lalu ngomongin film-film lawas beserta gosip para pemainnya. Saya tidak ingat persis film apa yang tengah kami bahas waktu itu, tapi saya ingat jelas Mamah berkali-kali ngomong,

“Masa nggak ada yang inget sama Ethiopia. Itu tuh, si Ethiopiaa…”

Apa sih maksudnya? Mana ada artis namanya Ethiopia? Setelah diusut beberapa menit, sembari Mamah melontarkan nama-nama lain yang main bareng si Ethiopia, barulah kami ngeh yang dimaksud Mamah ternyata artis lawas Yati Octavia! Oalahhh...

Lain waktu, ceritanya Mamah dan adik saya sedang ke toko buku di London. Karena tahu anaknya di Indonesia, which is saya, hobinya baca buku, Mamah pun inisiatif ingin membelikan anaknya oleh-oleh buku. Didatangilah si petugas toko.

Sir, I want to buy the book for kids, helicopter.”

Helicopter? For kids?

Yes, yes. Helicopter, helicopter, you know?

Si bule petugas toko mengernyit bingung sambil menggelengkan kepala. Buku helikopter untuk anak-anak?

Selagi Mamah terus berusaha menjelaskan buku yang dimaksud, adik saya yang tadinya berdiri agak jauh, berjalan menghampiri dan baru ngeh dengan percakapan itu.

Dia pun langsung berbisik, “Harry Potter, Mah. Harry Potter judulnya.”

Eh… Oh, Sir, I mean, Harry Potter. You know, the popular book for kids? Magic?

Dan barulah om bule akhirnya manggut-manggut😀

Ada lagi kejadian pas lagi di mal. Ceritanya usai berkeliling, sebelum pulang saya mampir dulu di toko roti. Setelah membeli sepotong Velvet Cake, Mamah kemudian nyeletuk, “Kamu ga beli yang di sampingnya juga?”

“Apaan yang di sampingnya?”

“Itu, Rambo Cake.”

“Hah? Rambo Cake? Apaan tuh? Baru denger.”

“Itu tuh Rambo Cake, yang kuenya berlapis-lapis, warna-warni.”

“Hadeuhh, Mamahhh… Itu mah Rainbow Cake kaliiii…”

“Yah sama aja. Maksudnya juga itu.” T_T

Tapi sihhh… terlepas dari salah omong Mamah yang kadang-kadang terjadi itu, harus saya akui, kejadian terakhir ini bikin saya angkat topi untuk beliau. Jadi, ceritanya kami sedang makan di foodcourt. Sambil makan, saya melihat-lihat ke sekeliling foodcourt, kemudian salah satu papan nama rumah makan menarik perhatian saya.

“Lihat deh itu. Nama Jepang sih nama Jepang, tapi ya dipilih-pilih gitu kalau mau dijadiin nama usaha. Masa Kamikaze. Itu kan artinya bunuh diri.”

Adik saya ikut mengiakan, sambil kami memikirkan nama-nama lain yang lebih cocok dipakai untuk usaha makanan. Eh, tiba-tiba Mamah nyeletuk, “Bukannya bunuh diri bahasa Jepang-nya harakiri?” Jedaaar…

Ya ampun. Saya dan adik langsung terbahak-bahak. Sekali ini, Mamah benar! Nggak sia-sia deh ternyata hobi ngisi TTS😀

5 thoughts on “(Nyaris) Sebunyi tapi tak sama

  1. Hahahaa, lucuuu🙂 Kamikaze itu pilot pesawat tempur Jepang (WWII) bukan, ya? Yang maut dan pandai mengecoh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s