Penggunaan “di” yang Tepat

Jujur saja, saya juga baru memperhatikan hal ini sejak terjun di dunia penerbitan :p Dan ternyata, memang masih banyak yang belum tahu peraturan mendasar tentang penggunaan “di” dalam penulisan. Padahal penggunaan yang tepat akan sangat membantu para editor, proof reader, dan lay-outer dalam mengolah naskah.

Begitu pentingnya hal ini sampai seorang rekan editor di suatu penerbitan menegaskan kepada saya bahwa beliau tidak akan menerima naskah yang di surat pengantarnya saja sudah memuat kesalahan ini.

Untuk mencegah hal demikian, berikut rumusan sederhananya:

Di + (tempat) = pisah

Contoh: di situ, di kolong, di luar, di Kenya

 

Di + (kata kerja) = sambung

Contoh: disadari, dicubit, disosialisasikan

 

Jangan tertukar lagi ya🙂

2 thoughts on “Penggunaan “di” yang Tepat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s