Berkah Ramadhan

Rasanya seperti mimpi ketika kabar itu saya terima beberapa minggu lalu. “Kamu kami ajukan untuk DLN ke…” Dan saat kurang-lebih seminggu kemudian jawaban finalnya keluar, “CEO sudah meng-approve DLN-mu…” Saya tahu, kenyataan saat ini jauh lebih indah daripada mimpi.

Alhamdulillah puji syukur tak terhingga ke hadirat ilahi, karena pada Ramadhan kali ini, dua kabar baik saya terima. Pertama, status jabatan saya naik. Dan kedua, saya akan berangkat dinas ke luar negeri di bulan Oktober nanti, insyallah. Kabar yang pertama sudah lebih terprediksi, karena prosesnya memang sudah dimulai sejak sebelum Ramadhan, meski tetap saja hal itu tidak mengurangi ketegangan saya kala harus berhadapan dengan para bos dan menerima masukan dari mereka semua. Namun kabar kedua benar-benar kejutan bagi saya. Bukan saja karena saya memang tidak mengikuti perkembangan kabar tentang siapa yang tahun ini akan dipilih untuk dinas ke luar negeri itu, saya juga tak pernah berharap bahwa saya yang akan menjadi salah satu editor yang ditunjuk untuk tugas tersebut. Jadi ini memang kejutan yang sangat menyenangkan. Rasanya seperti hiburan dari Tuhan setelah beberapa kejadian tidak mengenakkan yang saya alami pada pertengahan tahun ini. Although, kalau kita melihatnya dari sudut pandang lain, semua perkara adalah ujian. Baik-buruk kejadian adalah ujian. Jadi mari melihat kabar baik ini sebagai ujian, tantangan bagi saya untuk bermanfaat semaksimal mungkin. Sengaja saya belum memberitahu negara mana tepatnya yang akan menjadi tujuan destinasi saya, karena selama visa belum keluar, rasanya belum tenang. Hehehe…

Dan kini, saya kembali mengulang persiapan yang dulu sempat saya lakukan sewaktu mau pergi ke Jepang. Cerita perjalanan saya tentang Jepang mungkin akan saya ceritakan di lain waktu, mungkin juga tidak. Hahaha… Too many bittersweet memories tentang negara itu, yang lebih saya suka untuk disimpan saja. Lagi pula, banyak sekali foto dan rekaman video saya selama liburan di sana yang hilang gara-gara salah mengeluarkan SD card dari ponsel. Untung saja ada beberapa foto dari teman yang masih sempat saya simpan di laptop.

Anywayenough about Japan. Selama masa kurang-lebih delapan hari saya di J (inisial negaranya boleh deh), waktu saya akan padat dengan pertemuan dengan kolega asing. Jadi kemungkinan tidak akan ada waktu untuk berplesir ke tempat-tempat wisata. Itu sebabnya jika memungkinkan, dalam arti jatah cuti dan kondisi finansial (ha!), saya ingin memperpanjang waktu kunjungan saya di sana setelah masa kerja berakhir. Pengennya sih keliling seputar J dan mungkin kunjungan ke negara tetangga. Masalahnya, saya masih belum tahu negara mana yang ingin dikunjungi. Semua itu tentu harus disesuaikan dengan budget dan sebisa mungkin ada kenalan di sana. Bagi saya, sejauh ini, penting untuk memiliki kenalan di negara yang hendak dikunjungi. Mungkin karena saya bukan termasuk traveller yang PD berjalan ke mana-mana sendirian. Pernah satu hari di Tokyo saya sendirian main-main ke mana-mana, tapi memang agak susah ketika mau motret diri sendiri, harus selalu minta bantuan orang lain, dan yang terutama, kurang seru kalau tidak ada teman ngobrol🙂

Sementara saya mencari kenalan di negara-negara sekitar, saat ini saya mencari transpor paling cocok untuk mengantar saya antarnegara itu. Apakah dengan kereta, bus, atau pesawat. Dan tentu juga masalah akomodasi yang tidak kalah penting. Jika kedua hal ini sudah teratasi, yang lain is just a piece of cake (halah!). Karena memang dalam perjalanan, dua hal yang paling banyak memakan banyak uang dan kerepotan adalah masalah transpor dan akomodasi. Kalau memang ada, lebih baik membeli dulu pass untuk berkeliling di negara tujuan dari Indonesia. Setahu saya pass ini memang diperuntukkan untuk para turis mancanegara dan karena itu hanya dijual di negara asal. Pass ini jauh lebih murah daripada beli ketengan. Berapa perbandingan harganya, nanti ya saya kasih tahu kalau sudah rampung surveynya. Hehehe… Soal hotel, kali ini saya sepertinya harus memilih hostel untuk masa perpanjangan waktu itu. Karena tentu itu sudah di luar budget kantor. Sebenarnya pengennya menginap saja di rumah teman, tapi tentu sebisa mungkin jangan merepotkan orang. Bisa anterin kita jalan-jalan di tengah kesibukan mereka kerja/kuliah sudah alhamdulillah banget🙂

Baiklah kalau begitu, saya riset dulu ya. Semoga sore nanti saya sudah bisa memutuskan apakah jadi atau tidak memperpanjang waktu kunjungan, dan negara mana yang akan dikunjungi.

Selamat menikmati sisa libur ini!😀

6 thoughts on “Berkah Ramadhan

      1. Mauuuuu hehe… Apalagi aku lagi iseng mempelajari bahasa itu, ah enak banget klo bisa berkunjung sekalian.
        Tapi sekarang ngumpulin duit dulu sembari nunggu tulisan Mei tentang hasil risetnya. Ditunggu ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s